Seseorang yang kerap membual dan
membangga-banggakan dirinya sendiri kerap kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari. Penyampaian bualan yang sangat meyakinkan banyak membuat
orang percaya dengan apa yang dikatakan meski tak sesuai dengan
realitas. Misalnya, muncul berbagai aliran sesat yang menganggap dirinya
adalah Nabi.
Seseorang yang memiliki keyakinan yang
bertentangan dengan realitas dalam dunia kedokteran disebut dengan
gangguan jiwa berupa waham atau delusional. Gangguan waham merupakan
suatu gangguan psikiatri yang didominasi oleh gejala-gejala waham, dalam
bentuk: cemburu, penganiayaan, kebesaran, somatic, atau campuran.
Waham merupakan suatu pikiran yang salah
karena bertentangan dengan kenyataan dan dibangun atas unsur-unsur yang
tidak berdasarkan logika. Meski begitu, seseorang tetap akan
mempertahankan sesuatu yang diyakini sekalipun ada bukti yang
menunjukkan kekeliruan terhadap keyakinan tersebut. Dalam hal ini
keyakinan dalam bidang agama (tidak sesat)dan budaya tidak dianggap
sebagai waham.
Menurut spesialis kesehatan jiwa, dr
Andri, dalam kehidupan sehari-hari pengidap waham beraktivitas seperti
orang normal pada umumnya dan tidak menunjukkan kepribadian yang aneh,
kecuali sesuatu yang berkaitan dengan sistem waham yang abnormal.
Dr Andri memaparkan bahwa gejala
gangguan waham sebatas kokohnya mempertahankan wahamnya dan tidak
disertai dengan gejala gangguan jiwa lain seperti bisikan atau
halusinasi yang biasa dialami penderita skizofrenia. Gangguan waham disebabkan
ketidakseimbangan dopamin pada jalur mesolimbik di otak. Akibatnya,
terjadi peningkatan dopamin yang tidak normal sehingga bisa memicu
waham.
Pengidap waham biasanya dapat
menjelaskan sesuatu dengan runtut, sistematik, dan meyakinkan sehingga
dapat membuat orang lain percaya.Walaupun demikian, bukan berarti
seseorang yang dapat menjelaskan sesuatu yang keliru secara runtut dan
sistematik dianggap mengidap gangguan waham. Diperlukan pemeriksaan
secara mendalam untuk menentukan benar tidaknya seseorang mengalami
gangguan waham.
Gangguan waham kerap disalahgunakan
penipu agar terlepas dari hukum. Perlu diketahui bahwa perbedaan penipu
dengan penderita gangguan waham adalah sebuah kesadaran dalam
menyebarkan sesuatu yang keliru.Pada dasarnya penipu menyebarkan hal
keliru dengan tujuan untuk mengambil keuntungan yang bersifat ekonomi
atau berupa ketenaran. Sementara pengidap gangguan waham tidak memiliki
motif ekonomi.
Diambil dari : Dokter Jiwa
Diambil dari : Dokter Jiwa


JASA PEMBUATAN WEBSITE
ReplyDeleteMau buat toko online? Mau Sukses Bisnin Online? Hubungi kami di www.adiproject.com, dan beritahu kami kode ini 00882211 untuk harga khusus pemesan pembuata toko online ataupun website
Salam,
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete