Saat ini Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalimantan Barat menangani 599 pasien.
Sedangkan RSJ memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 385 tempat tidur.
Hal itu diungkapkan Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalimantan Barat,
dr Rosalina SpKJ, Kamis (14/6/2012) siang. Dikatakannya,
menyiasati kekurangan tempat tidur, pihaknya menambah jumlah kasur yang
ada. Menurutnya, tingginya pasien yang ada di RSJ Kalimantan Barat ini
disebabkan oleh keengganan pihak keluarga untuk membawa kembali pasien
yang sudah dinyatakan sembuh.

|
| Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalimantan Barat, dr Rosalina SpKJ, saat
foto bersama di depan RSJ Kalimantan Barat, bersama pasangan Cawako,
Hasan Karman-Ayhadi, dan Awang Ishack-Abdul Muthalib, usai menjalani tes
kejiawan, Kamis (14/6/2012). |
Ditambahkannya, saat ini sekitar 70
persen pasien sudah dinyatakan layak untuk pulang dan kembali ke
keluarganya. Pihaknya sudah berkali-kali berusaha untuk mengembalikan
pasien kekeluarganya, namun keluarga enggan untuk mengambil anggota
keluarganya yang menjadi pasien.
"Keluarga pasien enggan
mengambil keluarganya yang ada disini karena banyak faktor. PErlu
diketahui, penolakan untuk pasien sering justru datang dari keluarga dan
masyarakat. Bahkan, 80 persen pasien dibawa kesini setelah terjadi
suatu permasalahan yang berdampak traumatis bagi keluarga dan
masyarakat," jelas kepada
Tribunpontianak.co.id, Kamis (14/6/2012).
Sumber :
Pontianak Tribun
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete